Hikmah Idul Adha Bagi Umat Manusia

Written on 4:23 AM by Faiz Husaini

Idul Adha adalah salah satu hari raya umat Islam di seluruh penjuru dunia, hari raya besar ini biasa di peringati pada tanggal 10 dzulhijjah di tahun hijriyah. Idul Adha yang berarti kembali ke kurban memiliki makna yang amat dalam yang terdapat pada rangkaian kata ini. Ketika kita merenungi sejarah yang menceritakan sebuah pengorbanan seorang anak yang salih Nabi Ismail, beliau rela untuk disembelih oleh bapaknya (Nabi Ibrahim) atas perintah Allah. Akibat keikhlasan dari sebuah pengorbanan, maka hal yang terjadi setelah itu di luar jangkauan akal manusia, yaitu tatkala Nabi Ibrahim menyembelih putranya ternyata atas kuasa Allah yang disembelih berubah menjadi seekor kambing (bukan malah Nabi Ismail) dan Nabi Ismail selamat, subhanallah atas segala kekuasaannya.

Dari penggalan sejarah diatas, maka sebagai manusia kita bisa mengambil pelajaran yang amat mulia yaitu pentingnya taat kepada Allah dan berbakti kepada orangtua, dua hal ini yang menjadi motivasi bagi Nabi Ismail di usianya yang waktu itu baru menginjak dewasa. Namun, usia dini tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk bisa bersikap dewasa. Memang ketika diamati secara sekilas kisah ini sungguh tidak masuk akal ”bagaimana mungkin seorang ayah yang baik akan menyembelih anaknya sendiri yang sangat salih dan sangat beliau cintai”, semua orangtua saya yakin tak ada yang akan melakukan hal itu, namun itulah cobaan yang diberikan Allah pada Nabi-Nya untuk menguji kecintaannya pada Allah swt. Inilah yang membedakan antara cobaan seorang Nabi dengan manusia biasa. Dengan keteguhan iman dan cinta mereka berdua akhirnya mereka lulus dari cobaan yang amat berat ini, walau berkali-kali setan selalu menghadang untuk menghalang-halangi.

Ketika kita mencoba menarik pesan yang ada dalam Idul Adha dalam kontek kekinian, maka sudah saatnya semua elemen masyarakat sadar dengan tugas masing-masing dan selalau ikhlas berkorban untuk kepentingan masyarakat, umat dan bangsa. Islam selalu mengajarkan umatnya untuk berbuat baik dalam kontek individual maupun sosial. Sehingga dengan momen idul adha, semoga menjadi momen penyadar dan penggugah bagi semua manusia dan remaja khusunya. Bahwa hidup adalah sebuah pengorbanan, kehidupan dunia bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi sebagai bekal untuk menuju kehidupan yang kekal di akhirat nanti. Pengorbanan bisa dilakukan oleh siapa saja, para pemimpin berkorban dengan kekuasaanya untuk menegakkan keadilan dan memperjuangkan nasib dan kepentingan rakyat, para remaja dengan kegigihannya dalam belajar dan beribadah untuk mempersiapkan menjadi penerus leluhur, masyarakat pada umumnya juga selalu berusaha memperbaiki diri untuk menjadi manusia yang baik secara individual dan sosial.

Pesan yang terkandung dalam Idul Adha bukan hanya sekedar anjuran menyembelih hewan kurban, kemudian dibagikan kepada orang-orang miskin dan kepada siapa saja yang membutuhkan, tetapi banyak pesan yang tersirat dari simbol seremonial itu, diantaranya anjuran menjadi orang yang mampu/kaya yang ihklas menyedekahkan sebagian hartanya untuk orang-orang miskin (dengan berkorban), anjuran untuk saling menyayangi diantara si kaya dan si miskin, anjuran untuk saling tolong-menolong dan menjadi orang yang selalu siap berkorban demi mengutamakan kepentingan agama dan bangsa. Yang semestinya pesan-pesan ini bisa bisa diaplikasikan tidak hanya dalam momen Idul Adha, tetapi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga penulis yakin bangsa Indonesia akan bisa lebih mudah untuk dalam menghadapi krisis dalam berbagai aspek kehidupan.

Cairo, 5 November 2008

If you enjoyed this post Subscribe to our feed

No Comment

Post a Comment