Banjir Darah dan Air Mata

Written on 12:34 AM by Faiz Husaini


Wahai saudara-saudaku seagama

wahai saudara-saudaraku sesama manusia

yang masih memiliki hati dan akal sehat


Bukalah mata dan hati kita

agar bisa melihat banjir darah saudara-saudara kita

yang berada di Palestina..

banjir air mata telah membasahi daratan Palestina


Ratusan orang dibunuh tanpa berdosa, layaknya membunuh bintang

serta ribuan lainnya luka-luka

Suara bom yang terus menyambar maut mereka

jeritan anak-anak kecil, jeritan para wanita

dan tangisan para penduduk

telah menyelimuti kesedihan saudara-saudara kita


Wahai israel sang biadab

Kau sudah tak memiliki hati nurani

tingkahlakumu lebih sadis dari binatang

Ingatlah ! tiap tetesan darah para syuhada’

harus kau pertanggung jawabkan

di hadapan semua manusia

dan di hadapan Tuhan di akhirat


Hutang darah harus dibayar dengan darah

tunggulah adzab dari Allah

Bangkitlah wahai orang-orang Islam!!

bersatulah untuk melawan israel sang maha teroris

jihadlah dengan semampu yang kita miliki


dimanakah PBB?

Kau ada tapi bagai tak ada dan tak bernyawa

dimanakah nilai-nilai kemanusiaan?

dimanakah kekuatan Islam?

Apakah kita akan membiarkan sudara-saudara kita

yang diperangi tanpa berdosa

akankah kita membisu seribu bahasa!!


Akankah kita justru mendukung sang biadab israel

Tak tersentuhkah nurani kita

Karena kekerdilan hati kita

Kefasikan kita serta rasa takut kita kepada orang-orang kafir

Sungguh lemah juga kekuatan Islam kita

Untuk melawan musuh Islam.


Ya Allah…….

Ampunilah segala dosa kami..

berilah kekuatan pada kami

untuk melawan kemungkaran

serta adzablah para syetan israel

Allau Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar..


Kairo, 30 Desember 08

التّذ كرة

Written on 5:13 PM by Faiz Husaini




الحمد للّه الذي أرسل رسوله با لهدي ودين الحقّ ليظهره علي الدّين كلّه ولو كره الكافرون. اللّهمّ صلّ علي سيّد نا محمّد و علي أله وصحبه أجمعين، و بعد.


أنّ الأ نسا ن خلق ليعبد الله ، كما قال الله : وما خلقت الجنّ والأنس ألاّ ليعبدون. العبادة الي الله هي أمر ضروريّ للأ نسان والجنّ. أذا لا نعبد الله فلا نشكره، لأنّ الشكر من أنواع العبا دات. الشكر لا يكفي بالقول" الحمدلة" فقط ، ولكل لا بدّ بالفعل ايضا. وكيف نشكر الله بطريقة الفعل؟ نحن جميعا نستطيع ان نشكره بجميع افعال الخيرات التي نفعلها في أيّ وقت ومكان.

العبادة نوعان، النّوع اللأ وّل العبادة ألي الله مباشرة، مثل الصّلاة و قراأةالقرأان والحجّ ومثلها. النّوع الثّاني العبادة الي الله غير مباشرة، مثل التّعاون بالخير والتّقوي مع النّاس ونفقة الزوج الي زوجته و أداء الزكوة و غيرها.

لقد وهب الله لنا كلّ يوم وليلة أربعة وعشرين ساعة، كم ساعة نذكر الله؟ و كم مرّة نعبده أخلاصا؟ وكم مرّة نغفله تعالي؟ هيّا بنا نتذ كّر بالأ حوال التي نعمل كلّ يوم و ليلة. هل أعمالنا في الخير أكثر من الشرّ او بالعكس؟
و في هذه الفرصة نرجوا الله أن يهد ينا دائما صراط المستقيم. أستعدّوا لحياتكم الخا لدة في اللأ خرة با لأ فعا ل الصّا لحة.

القا هرة، 2 محرّم 1430


Dialog Umum dengan Dr. Alwi Syihab

Written on 2:37 PM by Faiz Husaini


Tepatnya pada tanggal 26 Desember 08, pukul 18.00 waktu Kairo, telah diadakan dialog umum dan pelantikan pengurus cabang Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) di Griya Jawa Tengah (rumah daerah) yang dimiliki oleh pelajar-pelajar yang masuk di organisasi KSW ( Kelompok Studi Walisongo) yang berada di Kairo, Mesir.

Ada dua hal penting yang disampaikan oleh Dr. Alwi Syihab, yang pertama mengenai aspek akademis dan yang kedua mengenai aspek politik. Saya akan mengawali dari aspek akademis, beliau adalah seorang intelektual yang hebat. Dr. Alwi menyelesaikan S1 di Universitas Al Azhar, selain itu beliau mendapatkan dua gelar Doktor (Dr) dari dua Universitas, yaitu Univ. Ain Syams, Kairo dan Univ. Harvard, AS. Sungguh merupakan prestasi yang sangat hebat dan perlu dibanggakan serta ditiru oleh generasi sesudahnya. Berkat prestasinya yang bagus beliau pernah menjadi Dosen di Universitas Harvard, AS.

Beliau berpesan kepada kita untuk selalu semangat dalam belajar, bekerja keras, memiliki target, dan rajin membaca serta menulis. Karena faktor-faktor inilah yang akan mengantarkan kita pada keberhasilan dalam menuntut ilmu. Beliau sempat bercerita di masa kuliahnya, dulu di waktu libur (ketika masih kuliah di Kairo) pernah bekerja sebagai kuli (pekerja kasar) di Jerman, dan hasil keringat kerjanya digunakan untuk membayar kursus bahasa asing. Ini menunjukkan semangat beliau yang sangat bagus dalam menuntut ilmu, dengan rasa mandiri dan disiplin telah mengantarkan Pak Alwi menjadi seorang ilmuwan yang hebat. Namun, di zaman sekarang sering kita jumpai banyak mahasiswa yang malu bekerja di saat kuliah, padahal ketika mereka bisa membagi waktu dengan disiplin antara belajar dan bekerja, maka mereka bisa terlatih menjadi mahasiswa mandiri yang tak hanya mengandalakan materi diri orang tua dan tentunya prestasi di kuliah juga tetap akan bagus berkat kedisiplinannya. Di saat Dr. Alwi Syihab di Amerika Serikat, beliau sudah sering mengirim artikel-artikelnya ke berbagai media masa, sehingga dari kumpulan artikel-artikel dijadikan buku dengan judul Islam Inklusif.

Aspek yang ke-2 yang beliau sampaikan mengenai pelbagai macam informasi politik yang ada di Indonesia. Urgensitas politik yang lebih mementingkan rakyat sangat diharapkan oleh semua rakyat Indonesia, karena politik yang akan menentukan roda pemerintahan NKRI. Peran umat Islam dalam area politik juga sangat penting bagi nasib umat Islam pada khususnya serta semua rakyat pada umumnya, karena tanpa peran aktif dari umat Islam dalam politik akan sangat berbahaya bagi kita semua. Kenapa demikian? Karena ketika umat Islam tidak memiliki perwakilan di Lembaga Legislatif, maka kita tidak memiliki kekuatan untuk bisa ikut andil dalam mengatur kondisi Negara kita. Ketika kebijakannya akan menguntungkan umat Islam, maka tak jadi masalah. Namun, tatkala kebijakan pemerintah merugikan kita, maka kita tak punya kekuatan untuk membendungnya, sehingga kita sendiri yang akan dirugikan.

Intinya beliau menjelaskan perlunya peran umat Islam dalam politik, tentunya dengan strategi pilitik yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat. Karir beliau dalam politik juga sangat gemilang, diantarnya pernah menjadi anggota DPR pusat dari Fraksi PKB, pernah menjadi MENLU pada Kabinetnya Presiden Abdurrahman Wahid, dan sekarang menjadi Utusan Presiden untuk urusan Timur-Tengah. Demikian catatan singkat yang bisa saya ambil dari hal-hal yang telah beliau sampaikan, semoga ada manfaat bagi para pembaca.

Kairo, 2 Muharram 1430

Muhâsabah di Tahun Baru Hijriyah 1430

Written on 11:43 AM by Faiz Husaini

Sekarang kita telah memasuki tahun 1430 Hijriyah. Sudah 14 abad lebih kita selalu diingatkan dengan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Peristiwa ini menjadi hal yang sangat penting untuk dikenang dan dimbil banyak pelajaran oleh setiap muslim.

Kata Hijriyah diambil dari kata hijrah, secara bahasa hijrah berarti berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sedangkan menurut istilah adalah pindahnya Nabi Muhammad SAW dari kota Makkah menuju kota Madinah. Mari kita bersama-sama mengingat sejarah Hijrah Rasul SAW dari Makkah ke Madinah, banyak sekali cobaan dan rintangan yang harus dihadapi oleh Rasulullah SAW selama proses awal penyebaran Islam di Makkah. Namun, Rasul SAW selalu sabar dan pantang menyerah dengan semua cobaan yang dihadapi.

Faktor yang sangat melatar belakangi Hijrah Nabi Muhammad SAW adalah tindakan-tindakan orang-orang kafir yang tidak manusiawi yang selalu menghalang-halangi da’wah Rasul SAW, dan mereka selalu memerangi beliau dan para sahabat yang selalu setia dengan kebenaran. Karena kondisi yang tidak aman dan kondusif ini, maka Rasul SAW diperintahkan Allah untuk berhijrah ke Madinah. Setiap tahun kita selalu diingantkan dengan momen yang sangat berarti bagi penyebaran dan kebangkitan Islam.

Hijrah Nabi Muhammad SAW bukan berarti karena beliau pengecut, tetapi dalam hal ini Nabi SAW memakai strategi “mundur selangkah untuk maju berikutnya”. Mengapa penulis mengatakan strategi itu? karena Nabi Muhammad SAW berpindah dari kota Makkah menuju kota Madinah untuk menyebarkan Islam di daerah yang lebih kondusif dan ketika Islam sudah berkembang dengan bagus di Madinah, maka Islam akan terus disebarkan ke seluruh penjuru dunia. Setelah Islam disambut dan diterima baik oleh warga Madinah, maka Islam berkembang dengan pesat, sehingga dari situlah kekuatan Islam semakin kuat dan kota Madinah di kala itu menjadi kota pusat penyebaran agama Islam. Fase perkembangan selanjutanya adalah Islam terus menyebar ke daerah luar Madinah, sehingga setelah beberapa tahun Islam berkembang di Madinah, akhirnya kota Makkah bisa ditaklukkan oleh Islam dan di saat itu banyak orang-orang kafir masuk Islam dengan berbondong-bondong.

Kita Perlu menyelami makna hijrah secara lebih luas (tak hanya secata bahasa). Ada makna yang tersirat pada kata “ hijrah”, memang makna hijrah secara bahasa adalah berpindah dari satu tempat ke tepat lain, tetapi kita perlu memperluas maknanya yang menyentuh kepada aspek-aspek kehidupan yang akan membawa manusia pada keadan yang lebih baik. Salah satu makna yang tersirat dari kata hijrah adalah perpindahan dari segala kondisi yang tidak baik menuju kepada kondisi yang lebih baik. Jadi, Hijrah dengan makna yang lebih luas, tak hanya dilakukan oleh Nabi tercinta kita Nabi Muhammad SAW, tetapi harus dilaukan oleh setiap manusia dalam setiap keadaan dengan bertujuan menuju hal yang lebih positif dan mencari ridla Allah SWT.

Imam As-Syafi’i pernah berkata; bahwa hijrah adalah perpindahan dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari ridla Allah, perjalanan hijrah bagai perjalanan air yang terus mengalir, sehingga air yang terus mengalir dalam arus yang bersih akan menjadi semakin jernih, berbeda dengan air yang sama sekali tidak mengalir, maka akan lebih mudah kotor dan membeku. Hal ini sama halnya dengan manusia yang mau melakukan hijrah pada dirinya menuju kepada pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, maka ia akan menjadi semakin dekat dengan Allah SWT, karena ia selalu mensucikan jiwanya dari segala kejelekan. Sebaliknya manusia akan menjadi hamba yang lebih buruk, ketika ia tidak mau melakukan perubahan pada dirinya untuk menuju kepada keadaan yang lebih baik di sisi Allah. Semoga di tahun baru Hijriyah ini (1430) kita sebagai umat Islam semakin memperkokoh persatuan dengan saling membantu dalam kebaikan dan saling mengasihi satu dengan yang lain, serta terus menigkatkan taqwa kita kepada Allah SWT.

Kairo, 2 Muharram 1430



.

الأسئلة في المحاضرة في الدراسات العليا 2

Written on 10:12 PM by Faiz Husaini

ما أعراب من قبل؟ في قوله من قبل هدي للناس. ولما صرح بهدا اللفظ مع ظهور الأمر؟

"" ما أعراب هدي للناس؟ وما المراد بالناس؟ للعهد او للجنس؟

"" ما اصل اشتقاق' الفرقان؟ وما المراد به؟

"" لما أضيفت كلمة " أيات" في لفظ الجلالة في قوله أيا ت الله ؟ وماالمراد بالموصول في قوله "أن الذين كفروا" و ما معنيها؟

'''' ما أعراب"لهم عذاب اليم؟ ومانوع التنوين في كلمة عداب؟

ولما جيء بكلمة" شديد" بعده؟

''' ما أعراب" والله عزيزذوانتقام؟ و ما فا ئدة التحذير؟

°° ما محلّ جملة" انّ الله لا يخفي عليه"؟

"" لما عبّر عن علمه بصيغة نفي بعد خفاء شيء علي الله فقوله "لا يخفي؟ و ما أعراب" لا يخفي عليه شيء؟ ولما كرر الأ سنا د؟ وما أعراب كلمة في قوله" الارض؟ و لما عبر با الأرض والسماء عن كلّ عالم؟ و لما قدّم الأرض علي السّماء؟ ولما بسط" لا" بينهما؟

"" ما معن أمّ االكتاب؟ وما محلّ جملة " هوالّذي يصوّركم " و ما منا سبة من الأ يا ت؟

وما أ عراب كلمة" في الأرحام؟, و كيف يشاء؟ و ما معني العزيز الحكيم؟

Jeritan Orang-Orang Miskin

Written on 12:26 PM by Faiz Husaini


Tak pernah aku tak menjumpai
orang fakir dan miskin
dimanapun aku tinggal

Kemiskinan kadang bagai air keruh
yang berada diantara air minum yang mahal
aku melihat orang-orang menjerit
karena rasa lapar dan dahaga
mereka mencari sisa-sisa makanan
yang berada disela-sela sampah yang berserakan

Dimanakah orang-orang kaya?
apakah mereka telah buta mata serta hatinya!
sehingga mereka tak mau menolong
mungkinkan hatinya sudah dimakan oleh kekikiran?
dan matanya telah ditutupi oleh keangkuhan
yang menghilangkan kepekaan pada sesama
serta tangannya juga telah terbelenggu
dengan tali kebakhilan
sehingga tak bisa bersedekah lagi

Apakah mereka telah lalai?
bahwa pada harta mereka
terdapat sebagian harta orang-orang miskin
dan orang-orang yang membutuhkan

Mereka hidup di kolong jembatan
dengan beralaskan tikar dan koran
rasa kedinginan meyelimuti mereka di malam
yang sunyi dan petang
mereka tidur dengan penuh kedinginan
ditemani nyamuk dan cacing

Sungguh berbeda dengan orang yang tidur nyenyak
di rumah dan apartemen yang mewah
dengan beralaskan kasur yang sangat empuk
dan selimut yang sangat hangat

Merasa hinakah kau wahai si miskin?
kau tak akan hina selamanya
jika jiwamu masih dihiasi rasa syukur serta terus berusaha
dengan bekerja keras
ingantlah! kemiskinanmu bukanlah akhir dari kemiskinan
dengan senjata syukur, sabar dan usaha
maka kau kelak akan mulia di sisi-Nya.

Kairo, 25 Desember 08

Natal dan Tahun Baru Hijriyah

Written on 2:29 PM by Faiz Husaini


Natal dan Tahun Baru Hijriyah

(Sebuah upaya menuju kerukunan antara umat beragama)


Hari Natal adalah hari raya umat Kristen, yaitu kelahiran Isa al-Masih, yang biasa diperingati tanggal 25 desember (bagi sebagian umat Kristen yang meyakini), karena umat Kristen yang berada di negara Mesir tidak memperingati kelahiran Isa al-Masih pada hari itu. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa setiap agama memiliki hari besar yang berbeda-beda. Biasanya mereka merayakan hari besar mereka di tempat ibadah masing-masing. Seperti Islam di Masjid, Kristen di Gereja, Hindu di Pura dan Buddha di Wihara. Setiap pemeluk agama juga pasti ingin menikmati momen seperti ini dengan penuh ketenangan dan khidmat bersama-sama dengan keluarga, kerabat dan sesama pemeluk agama masing-masing.

Natal pada tahun ini dirayakan juga di banyak Negara di penjuru dunia. Namun, Natal kali ini pelaksanaannya hampir berdekatan dengan tahun baru Hijriyah bagi umat Islam (tanggal 29 Desember 08) yang ke 1430 H, jadi hanya berselisih 3 hari. Walaupun tahun baru Hijriyah tak dirayakan seramai dan semeriah pada Idul Fitri dan Idul Adha, tetapi tahun baru Hijriyah juga menjadi momen yang sangat bersejarah dan penting bagi umat Islam, karena tahun Hijriyah dimulai sejak hijrahnya (pindahnya) Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dari kota Makkah menuju kota Madinah. Dalam hijrah ini membawa misi yang sangat mulia dan agung yaitu untuk menyampaikan ajaran Islam kepada semua umat manusia. Biasanya umat Islam melakukan ritual biasa, seperti berdoa bersama untuk menyambut akhir tahun dan awal tahun di Masjid atau di rumah masing-masing dan kadang juga ditambah dengan adanya kegiatan sosial.

Islam dan Kristen atau Nasrani (dalam bahasa arab) adalah dua agama samawi yang sama-sama meyakini adanya Nabi Isa putra Maryam. Namun, salah satu perbedaan akidah yang sangat mencolok adalah bagi umat Islam Isa adalah hanya seorang Nabi dan Rasul, tetapi yang diyakini umat Kristen bahwa Isa adalah anak Tuhan. Sehingga dari awal perbedaan ini maka sering muncul perselisihan dan permusuhan antara kedua umat agama tersebut dari waktu ke waktu yang tak jarang berakhir dengan pertumpahan darah.

Manusia pada dasarnya memiliki kebebasan untuk memilih agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing, hal ini juga dilindungi oleh Undang-Undang di Negara kita Indonesia. Maka dari itu, semestinya kita semua semakin sadar dan saling menghormati antara pemeluk agama. Penulis berharap dengan adanya dua hari besar dari dua agama terbesar di Indonesia dan Dunia akan membawa dampak yang positif bagi keduanya yaitu menuju perdamaian antar umat beragama. Semoga konflik yang sering terjadi antara keduanya baik di Indonesia atau di mancanegara bisa segera terselesaiakan dengan jalan damai yang lebih mengedepankan dialog dengan rasa penuh saling menghormati dan meninghindari penyelesaian masalah dengan perang yang hanya akan menhabisi nyawa-nyawa manusia yang tak berdosa dan menghancurkan banyak hal.

Sebenarnya Ketenangan, ketentraman, perdamaian adalah kondisi yang sangat diharapkan oleh semua manusia, karena dengan kondisi yang seperti ini mereka bisa melakukan banyak hal positif dengan penuh kenyamanan dan hasilnya juga akan lebih maksimal. Hanya orang-orang yang tak bermoral luhur seperti teroris dan penjajah yang menginginkan terjadi kerusuhan dan peperangan serta berbagai kerusakan lainnya di muka bumi ini. Sebagai manusia yang beragama semoga kita semakin sadar untuk menciptakan kerukunan antara pemeluk agama. We must peace, because a peace is the best for us.


Kairo, 25 Desember 08