Muntazer al-Zaidi, Sang Pahlawan

Written on 12:43 PM by Faiz Husaini


Dia adalah seorang wartawan TV Al-Baghdadia, seorang wartawan yang pemberani dan berjiwa besar. Tepatnya pada tanggal 14 Desember 2008, al-Zaidi melempari Presiden AS George W Bush dengan kedua sepatunya ketika George W. Bush dan Perdana Mentri Irak Nouri al-Maliki sedang mengadakan jumpa pers di kota Baghdad, yang merupakan ibu kota Negara Irak. Bush mengadakan kunjungan mendadak ke Irak dalam rangka menemui tentara-tentaranyanya yang bertugas di Irak dan melakukan pertemuan dengan PM Irak Nouri al-Maliki untuk membicarakan mengenai perang Irak.

Begitu kejamnya AS dan sekutunya yang telah menginvasi Irak sejak tahun 2003, jutaan korban telah dibunuh oleh mereka, jutaan anak-anak telah menjadi yatim piatu. Harta dan kekayaan mereka banyak yang hilang. Rakyat Irak berada dalam penderitaan bertahun-tahun, akibat para penjajah yang semena-mena.

Amerika dan sekutunya telah banyak melecehkan rakyat Irak khususnya, serta bangsa arab dan umat Islam pada umumnya. Mereka mengkampanyekan anti teroris di mana-mana, tetapi justru mereka sebenarnya yang pantas menyandang gelar teroris di dunia ini. Ternyata feodalis belum berakhir dan tak tahu sampai kapan akan terus terjadi.

Kemarahan dan kepedihan yang dirasakan oleh warga Irak telah diwakili oleh al-Zaidi dengan aksinya melempar sepatu ke arah wajah presiden AS George w. Bush sambil mengucapkan kepada Presiden Bush“you dog”. Dalam adat orang arab melempari seseorang dengan sepatu adalah sebagai isyarat penghinaan yang amat dalam terhadap orang yang dilemparinya. Pada saat itu giliran Bush yang harus menerima penghinaan itu. Padahal George W. Bush datang atas nama Presiden yang semestinya harus disambaut dengan terhormat. Namun, itulah balasan yang lumayan setimpal untuk Bush yang karena kebijakan dia, akhirnya banyak orang yang terbunuh tanpa berdosa. Jutaan warga Irak jauh lebih merasakan rasa sakit dan derita yang sangat panjang akibat ulah AS dan sekutunya dibanding dengan apa yang dirasakan Bush yang cuman dilempari sepatu.

Tak ada kebatilan yang akan jaya selamanya, kedzaliman di suatu saat pasti akan hancur. Sudah sangat banyak contoh yang terjadi di zaman dahulu, seperti hancurnya Fir’aun akibat kesombongannya dengan mengaku dirinya sebagai tuhan, sehingga ia ditenggelamkan di dasar laut oleh Allah dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain. Barang siapa menanam kebaikan, maka ia akan mendapatkan balasan dari kebaikannya di dunia dan akhirat dan barang siapa yang menanam kejelekan, maka ia juga akan mendapat balasan dari kejelekannya.

Kairo, 17 Desember 08

If you enjoyed this post Subscribe to our feed

No Comment

Post a Comment