Poilitik dan Remaja

Written on 5:01 PM by Faiz Husaini

Politik menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan, segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dsb) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain dan cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah). Arus politik tak akan bisa terabaikan dari kondisi Negara kita, karena pilitik adalah bagaian dari demokrasi rakyat. Politik yang betujuan memakmurkan rakyat dan mengedepankan konstitusi, maka itulah yang perlu didukung oleh rakyat.

Pendidikan berpolitik bukanlah hanya milik orang yang menjadi anggota legislatif atau pengurus partai politik saja, tetapi semestinya bisa diketahui oleh semua rakyat Indonesia. Karena rakyat tak hanya cukup untuk mencoblos di waktu PEMILU (Pemilihan Umum) saja, tapi seyogyanya mereka benar-benar tahu tentang visi dan misi patai politik yang dipilih dan mereka juga tahu tentang politik tersebut. Kita sudah merdeka 63 tahun lamanya, maka masyarakat kita perlu menjadi masyarakat yang pandai dan tak mudah tergiur oleh pilitik uang (money pilitic). Suara hati dari setiap rakyat akan sangat menentukan nasib bangsa di masa mendatang.

Politik juga bukan hanya milik orang tua, remaja yang sudah menginjak dewasa (17 tahun keatas) dalam hal ini juga sangat penting perannya. Para remaja juga semestinya tak ketinggalan informasi dalam dunia politik, sosialisasi dari lembaga independen juga perlu untuk membekali mereka dalam masalah politik. Suara dari kalangan remaja juga sangat banyak, dengan demikian akan sangat berpengaruh juga pada jalannya perpolitikan di Negeri ini. Sehingga jangan sampai suara mereka tersalurkan pada calon-calon wakil rakyat yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.

Nampaknya hal ini realistis, karena mayoritas remaja di saat sekarang adalah kalangan pelajar, sehingga mereka akan lebih mudah menangkap informasi mengenai perkembangan zaman, dibandingkan dengan sosialisasi kepada orang-orang yang usianya sudah tua dan tak berpendidikan, hal ini akan lebih sulit bagi mereka untuk memahami perkembangan informasi mengenai politik di Negara ini. Politik tak selamanya buruk dan tak selamanya juga bersih dari kejelekan. Namun, baik dan buruknya citra politik di mata masyarakat akan sangat tergantung pada visi dan misi politik tersebut dan orang atau golongan yang mengendarainya.

Hemat penulis, ketika para remaja bisa mengetahui politik dengan baik, maka diharapkan bisa memberikan kontribusi untuk Negara dengan ikut berpartisipasi dalam PEMILU dan dan PILKADA dengan pilihan yang tepat serta nantinya akan menjadi bekal di masa yang akan datang untuk menjadi para kader politikus yang berakhlak mulia. Sehingga bisa menjadi contoh bagi masyarakat dan mereka benar-benar memperjuangkan aspirasi rakya.

Kairo, 16 Desember 08


If you enjoyed this post Subscribe to our feed

No Comment

Post a Comment