Detik-Detik Akhir Ramadhan
Written on 4:57 AM by Faiz Husaini
Tanpa terasa ternyata bulan ramdhan telah hampir habis, tepatnya ketika aku menulis tulisan ini adalah pada hari ke-29, kita semua tak tahu apakah kita masih bisa bertemu lagi dengan bulan yang agung. Kita hanya bisa memohon kepada Allah SWT agar di tahun yang akan datang kita masih bisa bertemu dengan bulan yang penuh barokah dan ampunan. Selama bulan ramadahan umat Islam meramaikannya dengan salat tarawih, gemar bersedekah, salat malam. Yang menjadi pertanyaan, apakah setelah bulan ramadhan kita masih tetap semangat beribadah sebagaimana semangat kita di bulan ramadhan?" itulah yang menjadi catatan dan renungan untuk setiap muslim dan muslimah.
Sebenarnya bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan bonus dan lipat ganda di dalam pahala bagi orang yang menjalankan kebaikan. Begitu juga penuh dengan ampunan dari Allah bagi orang yang mahu meminta ampun. Di samping itu, bahwa bulan yang mulia ini juga merupakan bulan di mana manusia di latih setiap tahun selama sebulan penuh untuk meninggalkan segala yang membatalkan puasa dan segala larangan Allah. Dengan harapan setelah selesai latihan ini, mereka mampu selalu konsisten dengan perintah Allah. Namun, fenomena yang sering terjadi pada kebanyakan orang adalah penurunan dalam beribadah setelah bulan ramadhan. Kenapa demikian? hal ini bisa di sebabkan karena kurang ikhlasnya ketika menjalankan ibadah di bulan ramadhan dan tidak memahami hakikat ramdhan sebenarnya serta bisa juga di sebabkan oleh faktor-faktor lain.
Marilah kita semua menjadi insan rabbani bukan insan ramadhani. Tetap selalu semangat menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya di manapun dan kapanpun juga. Orang yang sukses adalah orang yang setelah bulan ramadhan bisa menjadi lebih baik.
Kairo, 29 Ramadh1429
Renungan
Written on 10:46 PM by Faiz Husaini
Manusiakah aku? Atau hewankah aku?
Betapa banyak dosa yang telah aku perbuat di dunia, bagaimana aku mempertanggung jawabkan di depan Sang Maha Kuasa nanti, di hari yang penuh dengan hisab pada semua amal baik dan buruk. Pada hari itu manusia akan menerima balasan atas semua yang telah mereka perbuata selama di dunia. Pada hari itu juga sebagian manusia berbahagia karena amal baiknya di terima Allah dan pada hari itu juga manusia sangat sedih, karena amal tidak di terima Allah.
Allah menciptakan manusia dengan sangat lengkap dan yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah akal. Dengan akal ini manusia akan bisa menjadi lebih mulia dan hina di hadapan Allah. Semuanya tergantung dengan bagaimana ia menggunakan akalnya.
Manusia yang baik adalah manusia yang sadar dengan tugasnya di dunia yaitu untuk menyembah Allah dan manusia yang tidak baik adalah manusia yang tidak sadar dengan tugasnya. Manusia jenis kedua inilah yang menjadikan hidupnya hanya untuk kesenangan sementara atau duniawi.
Kairo, 28 sept 08.
TADZKIROH
Written on 7:03 PM by Faiz Husaini
Sehat adalah kunci kesuksesan. Akal yang sehat terdapat pada jiwa yang sehat. kita harus selalau menjaga kesehatan dengan makan terarur, istirahat teratur, olah raga, makan yang bergizi dan menhindari makanan dan minuman yang kurang meyehatkan badan.
Sekarang kita harus lebih bisa memanfaatkan waktu untuk belajar, menulis dan berdiskusi. serta melakukan segala aktifitas positif. Ingatlah dan merasalah!!Bahwa kita adalah para duta dari 200 juta lebih bangsa Indonesia . Mereka yang sedang menunggu kita semua dengan harapan nantinya kita bisa membawa Indonesia lebih maju. Dengan merasa seperti itu, maka aku akan lebih semangat dan tidak lagi membuang-buang waktu
Cairo, 28 September 08.


